Tampilkan postingan dengan label Pola Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pola Hidup. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Desember 2012

Menjaga Kualitas Tidur


Menjaga Kualitas Tidur
detikHealth-Mentang-mentang libur, banyak orang malah kurang tidur. Padahal, libur adalah kesempatan untuk istirahat termasuk mengembalikan pola tidur yang mungkin berantakan di hari kerja. Ikuti cara ini untuk menjaga kualitas tidur saat libur.

Seperti disampaikan oleh Dr James Maas, ahli kesehatan tidur dari Cornell University dan dikutip dari Foxnews, Senin (24/12/2012), berikut ini cara-cara untuk menjaga dan memperbaiki kualitas tidur selama libur.

1. Baca buku saat susah tidur
Susah tidur adalah musuh utama bahgi yang ingin menjaga kualitas tidurnya. Jangan ada kompromi, langsung cari cara untuk mengatasinya. Salah satunya menurut Dr Maas adalah dengan membaca buku. Tentunya bukan buku bacaan serius seperti laporan keuangan perusahaan. Cari saja bacaan santai yang membuat otak lebih rileks sebelum akhirnya mengantuk.

2. Hindari mengubah jadwal tidur
Meski tidak ada kewajiban untuk bangun pagi-pagi keesokan harinya, sebaiknya tidak perlu bergadang sampai malam kalau sehari-hari tidak punya kebiasaan seperti itu. Mengubah pola tidur secara drastis hanya akan mengacaukan jam biologis sehingga tubuh membutuhkan penyesuaian diri lagi saat harus kembali ke rutinitas awal.

3. Hindari kopi dan alkohol 3 jam sebelum tidur
Beberapa orang terbiasa minum alkohol untuk membuat matanya cepat mengantuk. Cukup efektif memang, tetapi hal ini justru akan mengganggu tidur karena akan terbangun setiap 90 menit sekali.

"Alkohol akan merusak fase REM (Rapid Eye Movement) saat tidur. Di fase inilah, 85 persen mimpi terbentuk sehingga fase ini penting bagi daya ingat," kata Dr Maas. Efek merusak Fase REM juga bisa muncul akibat minum kopi, yang jelas-jelas telah diketahui bisa membuat orang susah tidur.

4. Hindari TV dan komputer 1 jam sebelum tidur
Browsing-browsing mencari destinasi wisata memang penting untuk mengisi waktu liburan. Tapi sebaiknya tidak dilakukan sebelum tidur, terutama sekitar 1 jam sebelumnya. Layar monitor, seperti halnya layar TV memancarkan gelombang biru yang dianggap oleh tubuh sebagai sinyal untuk terbangun. Sama efeknya seperti alkohol, cahaya biru dari layar TV dan monitor akan membuat tidur tidak nyenyak.
Read More >>

Dampak Junk Food Pada Otak


detikHealth - Makan junk food tidak hanya membuat angka di timbangan menjadi makin besar, tetapi juga dapat mengubah otak Anda. Inilah yang terjadi pada otak orang-orang yang doyan makan junk food.

Menurut hasil penelitian baru-baru yang dilakukan pada hewan coba, makanan yang mengandung tinggi gula dan lemak, dapat menyebabkan perubahan kimia otak, yang pada gilirannya membuat pemakannya cemas, depresi hingga kecanduan.

"Perubahan kimia otak oleh diet berhubungan dengan depresi. Perubahan pola makan kemudian menyebabkan gejala penarikan (sakau makanan) dan sensivitas lebih besar terhadap situasi stres, menyebabkan lingkaran setan makan yang buruk," jelas Dr. Stephanie Fulton, peneliti dari University of Montreal, seperti dilansir Huffingtonpost, Minggu (23/12/2012).

Penelitian yang hasilnya telah diterbitkan dalam International Journal of Obesity, membandingkan dua kelompok hewan coba, yaitu yang diberi makan diet rendah lemak (lemak terdiri 11 persen dari kalori dalam makanan), dan hewan yang diberi makan diet tinggi lemak selama 6 minggu (lemak terdiri dari 58 persen dari kalori dalam makanan).

Pada akhir penelitian, kelompok yang tinggi lemak mengalami peningkatan 11 persen ukuran pinggang. Peneliti kemudian menganalisis otak, serta emosi dan perilaku setelah makan.

Peneliti menemukan bahwa kelompok hewan yang diberi makanan tinggi lemak lebih mudah cemas, peningkatan molekul CREB, yang diketahui berperan dalam produksi dopamin.

"CREB lebih aktif pada otak tikus yang diberi makanan tinggi lemak, tikus ini juga memiliki tingkat kortisol lebih tinggi, yaitu hormon yang berhubungan dengan stres. Ini menjelaskan tentang siklus depresi dan perilaku negatif," jelas Dr Fulton.
Read More >>