Tampilkan postingan dengan label Seksualitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seksualitas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Desember 2012

Jual Mahal Untuk Dapatkan Pasangan Berkualitas


Jual Mahal Untuk Dapatkan Pasangan Berkualitas
detikHealth Ketika mencari pasangan, mungkin teman-teman akan menyarankan agar Anda sok jual mahal untuk meningkatkan daya tarik Anda di mata calon pasangan. Namun ternyata baru-baru ini sebuah studi baru mengungkapkan bahwa sikap pura-pura tidak tertarik dengan calon pasangan potensial atau gebetan ini perlu dilakukan, apalagi jika Anda ingin hubungan yang serius.

Menurut studi yang sama, salah satu manfaat sikap jual mahal ini adalah Anda dapat menarik calon pasangan yang berkualitas tinggi dengan tingkat komitmen tertinggi untuk menjalin hubungan jangka panjang.

Peneliti menemukan kesimpulan itu setelah menggelar empat percobaan berbeda untuk menentukan bagaimana dan mengapa orang-orang suka bersikap jual mahal lalu kapan metode ini dianggap efektif untuk menarik pasangan.

Dalam satu percobaan, peneliti mengidentifikasi cara orang-orang bersikap jual mahal dan seberapa sering pria/wanita menggunakannya. Dari 58 strategi yang berhasil dicatat peneliti, sebanyak 500 responden mahasiswa Amerika menilai 'bersikap percaya diri' dan 'lebih memilih berbicara dengan orang lain di hadapan gebetan' sebagai dua metode yang paling sering mereka gunakan saat bersikap sok jual mahal.

Tapi ada sedikit perbedaan metode antara kedua jenis kelamin. Sebab ketika para wanita bersikap sok jual mahal, mereka lebih cenderung 'tidak menelepon', 'tak banyak bicara' dan 'sok sibuk', sedangkan pria lebih suka menggunakan tiga metode utama yaitu 'berpura-pura angkuh atau kasar', 'suka memuji atau mengucapkan hal-hal baik tapi tidak menelepon' dan 'memperlakukan orang lain dengan buruk'.

"Lagipula wanita memperoleh lebih banyak keuntungan saat bersikap seperti ini karena sok jual mahal memberi kesempatan kepada mereka untuk menguji calon pasangannya dan meningkatkan daya tarik mereka," terang peneliti Peter Jonason, PhD, asisten profesor psikologi dari University of Western Sydney, Australia.

"Belum lagi wanita memiliki nilai yang lebih tinggi dalam kancah pencarian pasangan biologis sehingga mereka bisa lebih sering bersikap jual mahal ketimbang pria. Pria yang jual mahal justru akan kehilangan peluangnya untuk memperoleh pasangan," lanjutnya.

Dalam percobaan kedua, 300 responden mahasiswa Amerika mengidentifikasikan dua alasan utama mengapa mereka sok jual mahal yaitu untuk meningkatkan permintaan (mendorong calon pasangan untuk lebih menginginkannya) dan menguji kemauan calon pasangan untuk berkomitmen (mempertahankan ketertarikan calon pasangan dan upayanya untuk mengejar mereka).

Studi yang dipublikasikan dalam European Journal of Personality ini juga menemukan bahwa dalam hubungan yang dilandasi komitmen, wanita lebih memilih pria yang tingkat ketersediaannya (availability) sedang-sedang saja (tak terlalu mudah atau terlalu jual mahal). Sedangkan pria cenderung berpaling pada wanita yang tingkat ketersediannya rendah (sulit didapatkan).

Bahkan untuk urusan uang dan waktu yang dihabiskan calon pasangan potensial, 425 mahasiswa Amerika sepakat menilai bahwa makin kecil tingkat ketersediaan seseorang maka makin besar keinginan calon pasangannya untuk menginvestasikan waktu dan uang dengan si dia.

"Kendati begitu, jika Anda hanya berniat untuk menjalin hubungan jangka pendek saja, wanita takkan mendapatkan siapapun jika memilih bersikap sok jual mahal. Sebaliknya hal ini justru mempan jika dilakoni oleh pria," pungkas Jonason seperti dikutip dari nbcnews, Minggu (23/12/2012).

Read More >>

Sabtu, 22 Desember 2012

Yang Diinginkan Wanita Saat Bercinta


detikHealth- Untuk urusan seks, wanita memang dikenal banyak maunya tapi juga tak mudah dipahami. Namun jika setiap pria mau mengeksplor setiap aspek seksual yang ada pada pasangannya, dijamin kedua pihak akan merasakan kepuasan seksual yang luar biasa.

Agar semakin pintar memahami pasangan, cek juga 5 hal penting yang wanita benar-benar inginkan saat bercinta seperti dikutip dari mid-day.com, Sabtu (22/12/2012) berikut ini.

1. Tak usah pakai peluk-cium, langsung bercinta saja
Tim peneliti mengungkap bahwa pelukan dan ciuman saat bercinta itu jauh lebih penting bagi pria ketimbang wanita.

Lagipula pria yang sering berciuman dan berpelukan dengan pasangannya dilaporkan tiga kali lebih bahagia ketimbang rekan-rekan mereka yang jarang melakukannya dengan istrinya. Sebaliknya wanita menganggap aksi semacam itu hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap kebahagiaan mereka.

Uniknya, pria lebih suka mengatakan jika mereka bahagia dengan hubungan yang dijalaninya, sedangkan wanita lebih suka mengaku puas dengan kehidupan seksualnya.

2. Suka menonton video seks gay
Mungkin bukan hal yang mengejutkan jika sejumlah pria normal suka menonton video porno lesbian. Tapi sebuah studi dari India menemukan bahwa beberapa wanita normal juga mengaku terangsang ketika melihat video porno yang dibintangi gay.

3. Ingin pasangannya pandai mencium
"Wanita berciuman untuk menciptakan ikatan dengan pasangannya, termasuk menilai apakah pria yang diciumnya itu adalah calon pasangan yang potensial atau tidak. Sebaliknya, pria menggunakan ciuman sebagai sarana untuk memutuskan hubungannya dengan seseorang," ungkap Susah Hughes, psikolog dari Albright College, Pennsylvania.

Itulah sebabnya ketika wanita merasa calon pasangannya adalah pencium yang buruk maka ia bisa saja meninggalkannya, sedangkan pria tak terlalu peduli dengan hal itu. Pria tetap mau bercinta dengan seorang wanita, meskipun mungkin ia pencium yang buruk.

"Peneliti menduga bahwa pria menganggap bahwa basah tidaknya ciuman yang ia lakukan dengan seorang wanita adalah indeks dari tingkat gairah seksualnya, sama halnya ketika berhubungan seksual," terang Hughes.

4. Naksir pria yang sudah beristri atau punya pacar
Sebuah studi dari Oklahoma State University telah membuktikan bahwa wanita lebih suka mendekati pria yang telah menikah atau memiliki kekasih.

Selama studi, peneliti memperlihatkan sebuah gambar seorang pria atau wanita yang menarik pada partisipan. Separuh partisipan diberitahu jika pria/wanita yang ada di gambar itu masih lajang sedangkan separuhnya lagi tidak diberitahu apa-apa.

Hasilnya, peneliti Dr Melissa Burkley dan Jessica Parker mengungkap bahwa 90 persen partisipan wanita menganggap pria yang dikatakan sudah menjalin suatu hubungan lebih menarik dan hanya 59 persen partisipan yang menyukai pria lajang. Dengan kata lain wanita lebih tertarik pada target yang sudah terikat dengan orang lain ketimbang target tunggal.

5. Kata-kata lucu atau bercanda
Jika lain kali Anda berupaya mendekati seorang gadis, jangan ragu-ragu untuk melontarkan kalimat guyonan karena mereka sangat menyukainya. Lagipula bagi mereka hal itu menunjukkan seberapa besar selera humor Anda.

Menurut sebuah studi, 6 dari 10 wanita lebih cenderung jatuh hati pada seorang pria jika si pria bisa mengucapkan satu kalimat bercanda yang menurutnya lucu.

Tapi bukan berarti semua kalimat lucu bisa 'meluluhkan' hati wanita. Begitu pula tergantung pada karakter wanita yang Anda dekati itu.

Lewat polling lain yang melibatkan 4.000 orang dewasa juga terungkap bahwa 4 dari 10 wanita masih memacari atau menikahi pria yang pertama kali mendekatinya dengan kata-kata lucu.
Read More >>

50 Juta Pasangan di Seluruh Dunia Tidak Subur


50 Juta Pasangan di Seluruh Dunia Tidak Subur
detikHealth - Salah satu hal yang diinginkan oleh pasangan menikah adalah memiliki anak. Tapi sayangnya, studi menemukan hampir 50 juta pasangan di seluruh dunia tidak subur dan tak dapat hamil.

Penelitian yang dipublikasi secara online dalam jurnal PLoS Medicine mengungkapkan pada tahun 2010 hampir 50 juta pasangan di seluruh dunia tidak dapat hamil setelah berusaha selama 5 tahun.

Hal ini menunjukkan ada perubahan dalam tingkat infertilitas (ketidaksuburan) secara global selama 20 tahun terakhir. Studi ini memeriksa 277 survei nasional untuk memperkirakan tingkat infertilitas di 190 negara pada tahun 1990-2010.

Hasil analisis menunjukkan, pada tahun 2010 sekitar 1,9 persen perempuan berusia 20 tahun tidak mampu memiliki kelahiran pertamanya (infertilitas primer) dan 10,5 persen perempuan yang sebelumnya sudah melahirkan tidak mampu lagi memiliki anak (infertilitas sekunder).

"Totalnya adalah 48,5 juta pasangan di seluruh dunia," ujar pemimpin studi Fretchen Stevens dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti dikutip dari HealthDay, Sabtu (22/12/2012).

Tingkat infertilitas primer bervariasi menurut wilayah, mulai dari 1,5 persen di Amerika Latin dan Karibia menjadi 2,6 persen di Afrika Utara dan Timur Tengah pada tahun 2010.

Namun secara umum di beberapa negara dan global, pola infertilitas sekunder mirip dengan infertilitas primer. Hal ini karena adanya peningkatan kasus infertilitas sekunder selama periode waktu tersebut.

Infertilitas adalah suatu kondisi yang mana seseorang belum bisa memiliki keturunan meski sudah dilakukan upaya. Untuk mencapai kehamilan seorang perempuan perlu menghasilkan sel telur, laki-laki menghasilkan sperma berkualitas, ada pembuahan sperma pada sel telur dan sel telur yang dibuahi menempel di rahim bagian dalam.

Jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, maka kemungkinan untuk menghasilkan keturunan kecil atau tidak ada. Kasus infertilitas ini tidak hanya dialami oleh perempuan, tapi laki-laki pun berpotensi mengalami infertilitas.
Read More >>

Manfaat Kasih Ibu Mulai dari Otak Hingga Kehidupan Seks


detikHealth - Ada ungkapan kasih ibu sepanjang masa, ternyata hal ini bukan hanya isapan jempol belaka. Karena manfaat kasih sayang ibu bagi kesehatan mulai dari perkembangan otak hingga kehidupan seks.

"Hubungan pertama si anak adalah dengan ibu yang bisa mempengaruhi hubungan emosional di kemudian hari," ujar profesor dan psikiater Allan Schore, PhD dari UCLA, seperti dikutip dari Everyday, Sabtu (22/12/2012).

Penelitian mendukung teori ini, studi terbaru menunjukkan ikatan antara ibu dan anak bisa mempengaruhi otak, jantung, tubuh dan bahkan kehidupan seks seseorang. Ini dia manfaatnya:

1. Bisa menjadi nutrisi bagi otak
Kasih sayang ibu tidak hanya baik untuk jantung dan jiwa, tapi juga nutrisi bagi otak. Peneliti di Washington University School of Medicine melakukan scan terhadap anak usia 7-10 tahun. Didapatkan anak yang mendapatkan asuhan dan dukungan dari ibu memiliki bagian otak hippocampus yang lebih besar dibanding anak yang kurang mendapat kasih sayang.

Hippocampus adalah daerah otak yang terlibat dalam memori dan pembelajaran, serta menjadi kunci perkembangan masa kanak-kanak dan juga prestasi akademisnya di sekolah.

Sedangkan bagi si ibu, kasih sayang yang diberikan pada anaknya membuat otaknya juga bertambah besar selama baru menjadi ibu, terutama di daerah yang berhubungan dengan kesenangan, penilaian, penalaran dan perencanaan.

2. Lebih sehat saat usia setengah baya
Orang-orang dengan ibu yang sangat mencintai dan mengasuh dengan tulus membuatnya berisiko lebih rendah terkena penyakit sindrom metabolik seperti diabetes tipe 2. Para peneliti berspekulasi, hal ini berhubungan dengan tingkat stres yang lebih rendah saat mendapat kasih sayang ibu sehingga risiko terjadi peradangan dan sensitivitas insulin juga menurun.

3. Menurunkan risiko obesitas
Studi dari Ohio State University menemukan ikatan emosional yang lemah antara ibu dan anak dikaitkan dengan kemungkinan anak memiliki kelebihan berat badan di kemudian hari. Bahkan dalam studi ini lebih dari 25 persen balita obesitas saat remaja karena memiliki hubungan yang buruk dengan ibunya.

Peneliti mengatakan area di otak yang mengontrol emosi dan stres turut membantu mengontrol nafsu makan dan keseimbangan energi, sehingga mengurangi risiko makan berlebih.

4. Memiliki kehidupan seks yang sehat
Penelitian menemukan ibu turut membantu mensosialisasikan anak-anaknya terhadap tanggung jawab seksual, sehingga bisa membantu anak memiliki pandangan yang tepat mengenai seks. Serta gadis yang memiliki ikatan emosional kuat dengan ibunya cenderung memiliki kehidupan seks yang lebih baik.

5. Hubungan romantis yang lebih stabil
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science mengungkapkan anak yang mendapatkan kasih sayang dan dukungan yang kurang dari orang tua terutama ibu cenderung memiliki hubungan romantis yang tidak stabil.

Meski begitu hasil ini bukanlah sebab akibat, karena itu bukan berarti jika tidak memiliki hubungan yang sehat dengan ibu, ia tidak akan memiliki hubungan yang baik dengan pasangan.
Read More >>

Jumat, 21 Desember 2012

Studi Seks Tahun 2012

detikHealth-Jakarta, Seks adalah salah satu bagian hidup manusia yang paling mendasar sekaligus paling penting. Tak heran jika aktivitas ini selalu dimanfaatkan sebagai obyek dari berbagai studi yang hasilnya akan bermanfaat bagi siapapun. Seperti halnya 8 studi tentang seks paling menarik pada 2012 yang dikutip dari livescience, Jumat (21/12/2012) berikut ini.

1. Hormon maskulin membuat wanita ingin masturbasi 
Kadar testosteron yang tinggi seringkali dikaitkan dengan tingginya gairah seksual. Tapi sebuah studi yang dipublikasikan pada bulan Mei 2012 dalam jurnal Archives of Sexual Behavior menemukan bahwa pada wanita, tingginya kadar testosterone justru mendorongnya memiliki ketertarikan yang lebih besar terhadap masturbasi. Sebaliknya membuat wanita semakin tak tertarik untuk melakukan hubungan seksual dengan orang lain.

"Alasannya mungkin gairah untuk bermasturbasi atau seks solo itu berbeda dengan gairah yang mendorong seseorang untuk berhubungan dengan orang lain," ungkap peneliti Sari van Anders dari University of Michigan.

"Lagipula ketika Anda merasakan gairah seksual untuk pasangan mungkin ada faktor lain yang memainkan peranan di dalamnya, misalnya bagaimana perasaan Anda pada pasangan hari itu, seberapa besar ketertarikan Anda padanya, seberapa menarik si dia atau bagaimana kondisi hubungan Anda," tambahnya. 

2. Pria tak harus selalu mendominasi di ranjang
Bukanlah gagasan yang baik jika pasangan terus-menerus menganggap pria harus mendominasi di atas ranjang. Lagipula orang dewasa muda yang berpendapat bahwa pria harus 'berkuasa' di ranjang justru memiliki kepercayaan diri yang lebih sedikit saat bercinta ketimbang rekan-rekan mereka yang lebih fleksibel.

Studi yang dirilis pada bulan Oktober 2012 itu pun mengungkapkan bahwa orang dewasa muda yang kaku soal peran gender di atas ranjang juga enggan memperbolehkan pasangannya menggunakan kondom wanita (yang dilabeli gratis). Padahal kondom itu sangatlah diperlukan untuk melindungi wanita dari infeksi menular seksual dan kehamilan.

3. Orgasme saat nge-gym itu nyata!
Pada bulan Maret 2012, tim peneliti mengungkapkan bahwa fenomena 'coregasm' itu nyata. Ini adalah orgasme yang disebabkan oleh latihan fisik yang menekankan pada otot inti perut, bahkan tanpa rangsangan pada alat kelamin sekalipun.

Kesimpulan itu diperoleh setelah tim peneliti dari Indiana University mewawancarai 124 wanita dan menemukan bahwa 45 persen partispan mengaku mengalami orgasme ketika melatih otot perut. 19 persen lainnya mengaku bisa orgasme saat bersepeda.

4. Bicara soal seks beri dampak positif untuk bercinta
Menurut sebuah studi dari Cleveland State University, semakin Anda merasa nyaman berbicara tentang seks dan tanpa malu-malu, terutama dengan pasangan maka bisa dipastikan Anda akan semakin puas dengan kehidupan seksual Anda.

Tapi jika Anda tak pandai berbicara, tak usah keburu khawatir dulu. Studi yang dipublikasikan pada bulan Agustus 2012 dalam Journal of Social and Personal Relationships ini juga mengungkapkan bahwa komunikasi non-verbal seperti erangan atau tatapan malu-malu pada pasangan akan memberikan kepuasan lebih pada aktivitas seks Anda ketimbang ngobrol saat bercinta.

5. Baru melahirkan bukan berarti susah diajak bercinta
Wanita yang baru saja melahirkan lebih tertarik untuk bercinta sebelum waktunya dianggap benar-benar siap oleh dokter. Biasanya dokter baru memperbolehkan para ibu muda ini untuk bercinta enam minggu setelah melahirkan. Uniknya, studi yang dirilis pada bulan Juni 2012 ini memaparkan bahwa alasan di balik kecenderungan ini adalah semata faktor psikologis.

Gairah seksual ibu muda ini pun akan kembali ke level pra-kehamilan dalam waktu 3-4 minggu setelah melahirkan dengan dorongan terbesar berupa wanita ini merasa lebih dekat dan intim dengan pasangannya.

6. Bergairah bikin orang lupa rasanya jijik
Jika Anda merasa jijik terhadap sesuatu, cobalah berfantasi seksual karena menurut sebuah studi, gairah seksual dapat menghilangkan rasa jijik. Hal ini diperoleh setelah peneliti menanyai 90 wanita untuk melakukan beberapa tugas menjijikkan seperti menempelkan tangannya ke semangkuk kondom bekas. Namun sebelum mereka melakukannya, sepertiga partisipan diminta menonton sebuah film erotis.

Hasilnya, wanita yang telah menonton film erotis tak merasakan jijik sebesar wanita yang tidak menonton film tersebut. Studi ini ditampilkan dalam jurnal PLoS ONE pada bulan September 2012.

7. Seks dapat menyebabkan sakit kepala
Sakit kepala bisa membuat orang malas bercinta tapi ternyata sebaliknya seks juga dapat menyebabkan sakit kepala. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Medical Practitioners, kondisi yang disebut dengan coital cephalgia ini 3-4 kali lebih banyak dialami pria ketimbang wanita. Beruntung kondisi ini dapat diobati dengan obat-obatan tertentu.

8. Kromosom X tambahan tingkatkan gairah seks pria
Lewat sebuah penelitian terhadap tikus, peneliti menemukan bahwa adanya kromosom betina (X) tambahan pada tikus dapat meningkatkan gairah seksualnya.

Seperti yang selama ini diketahui pria memiliki kromosom XY, sedangkan wanita memiliki kromosom XX. Tapi pada beberapa kasus tertentu, kesalahan genetik menyebabkan sejumlah pria memiliki genotipe XXY atau disebut dengan sindrom Klinefelter pada manusia. 

Nah, tikus yang memiliki genotipe ini dilaporkan lebih banyak terlibat dalam aktivitas seksual dengan tikus betina, lebih kencang menggoyangkan pinggulnya ketika bercinta serta ejakulasi dua kali lebih cepat dan dua kali lebih sering ketimbang tikus jantan dengan kromosom XY atau tikus jantan normal. 

Namun peneliti studi yang dipublikasikan dalam jurnal Hormones and Behavior pada bulan Februari 2012 ini mengaku masih harus mengadakan studi lanjutan untuk mengetahui bagaimana kondisinya jika hal itu terjadi pada mamalia.
Read More >>