Minggu, 23 Desember 2012

Dampak Junk Food Pada Otak


detikHealth - Makan junk food tidak hanya membuat angka di timbangan menjadi makin besar, tetapi juga dapat mengubah otak Anda. Inilah yang terjadi pada otak orang-orang yang doyan makan junk food.

Menurut hasil penelitian baru-baru yang dilakukan pada hewan coba, makanan yang mengandung tinggi gula dan lemak, dapat menyebabkan perubahan kimia otak, yang pada gilirannya membuat pemakannya cemas, depresi hingga kecanduan.

"Perubahan kimia otak oleh diet berhubungan dengan depresi. Perubahan pola makan kemudian menyebabkan gejala penarikan (sakau makanan) dan sensivitas lebih besar terhadap situasi stres, menyebabkan lingkaran setan makan yang buruk," jelas Dr. Stephanie Fulton, peneliti dari University of Montreal, seperti dilansir Huffingtonpost, Minggu (23/12/2012).

Penelitian yang hasilnya telah diterbitkan dalam International Journal of Obesity, membandingkan dua kelompok hewan coba, yaitu yang diberi makan diet rendah lemak (lemak terdiri 11 persen dari kalori dalam makanan), dan hewan yang diberi makan diet tinggi lemak selama 6 minggu (lemak terdiri dari 58 persen dari kalori dalam makanan).

Pada akhir penelitian, kelompok yang tinggi lemak mengalami peningkatan 11 persen ukuran pinggang. Peneliti kemudian menganalisis otak, serta emosi dan perilaku setelah makan.

Peneliti menemukan bahwa kelompok hewan yang diberi makanan tinggi lemak lebih mudah cemas, peningkatan molekul CREB, yang diketahui berperan dalam produksi dopamin.

"CREB lebih aktif pada otak tikus yang diberi makanan tinggi lemak, tikus ini juga memiliki tingkat kortisol lebih tinggi, yaitu hormon yang berhubungan dengan stres. Ini menjelaskan tentang siklus depresi dan perilaku negatif," jelas Dr Fulton.
Read More >>

Tempat Kerja Ibu Menyusui


detikHealth - Ibu menyusui merupakan hak asasi manusia. Demikian pula dengan bayinya yang disusui. Karena itu ibu bekerja yang menyusui harus mendapat perlindungan, sesuai amanat konstitusi. Nah, sudahkah tempat-tempat kerja bersahabat dengan ibu menyusui?

"Berdasar pemantauan implementasi kebijakan menyusui di kabupaten-kabupaten binaan Save the Children Aceh, Jawa Barat dan NTT pada November 2011, penyediaan ruang menyusui di perkantoran pemerintah 10,81 persen. Sedangkan perkantoran swasta 11,11 persen," ujar Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Mia Sutanto, dalam kick off program 'Breastfeeding Friendly Workplace' di FX Lifestyle X'nter Mall, Jl Sudirman, Jakarta, dan ditulis pada Minggu (23/12/2012).

Sementara itu perkantoran pemerintah di daerah yang dipantau yang mempunyai ruangan menyusi tapi bukan ruangan khusus ada 21,62 persen. Dan 16,67 persen untuk perkantoran swasta. 2,70 Persen perkantoran pemerintah yang punya kebijakan tertulis tentang pengadaan ruang menyusui dan 0,00 persen untuk swasta.

Dijelaskan Mia, penyediaan ruang laktasi bagi ibu untuk memerah ASI atau menyusui anaknya di tempat kerja tidak hanya menguntungkan karyawan perempuan, tetapi juga perusahaan. Ruang laktasi bisa meningkatkan produktivitas kerja, membuat karyawati jarang absen, mengurangi biaya kesehatan karena ASI membuat ibu dan bayinya lebih sehat. Selain itu juga bisa mengurangi turn over dan dan stres, sebab ASI membuat ibu dan bayinya sehat dan bahagia lantaran haknya terpenuhi.

"Juga meningkatkan reputasi perusahaan dan recruitment incentive. Perusahaan jadi punya positive image sebagai mother friendly workplace, sehingga menarik peremouan untuk melamar kerja," papar Mia.

Simon Field, Program Manager Better Work Indonesia (BWI), yang hadir dalam acara tersebut menambahkan pabrik-pabrik industri garmen di Indonesia merasakan semakin sulitnya menjaga karyawan wanita agar tidak mengundurkan diri setelah cuti melahirkan. Permasalahan ini dapat ditanggulangi apabila manajemen mengambil kebijakan tentang tempat kerja yang ramah pada aktivitas menyusui.

"Ini akan membuat perusahaan mereka mematuhi UU yang berlaku di Indonesia, di samping juga menekan biaya-biaya dan tingkat ketidakhadiran karyawan," ucapnya.

Untuk itulah BWI dan AIMI meluncurkan pedoman 'Breastfeeding Friendly Workplace' sebagai tawaran bantuan praktis kepada manajemen pabrik di sektor garmen yang berkeinginan menerapkan kebijakan tentang tempat kerja yang ramah pada aktivitas menyusui. Nah pedoman ini bisa diunduh melalui http://www.betterwork.og/indonesia.
Read More >>

Sabtu, 22 Desember 2012

Kakak Dan Adik Bertengkar


detikHealth - Pertengkaran dalam hubungan kakak beradik memang wajar terjadi di usia anak-anak dan remaja. Tetapi jika hal ini terus menerus terjadi, dapat meningkatkan kemungkinan kecemasan, stres, dan bahkan depresi di kemudian hari.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang timbul dalam hubungan persaudaraan kakak beradik terkait dengan kecemasan yang lebih besar dan sikap rendah diri satu tahun kemudian," kata Nicole Campione-Barr, asisten profesor ilmu psikologi dari Missouri University College of Arts and Science, di Columbia.

Campione-Barr dan rekannya melakukan sebuah studi yang dilakukan dengan mempelajari 145 pasang kakak beradik. Usia rata-rata dari pasangan kakak beradik yang terlibat dalam studi tersebut adalah 12 dan 15 tahun. 

Studi tersebut dilakukan selama satu tahun dengan menilai berbagai topik yang berbeda dari kemungkinan konflik, serta mencatat frekuensi dan intensitas seberapa sering keduanya mengalami adu argumentasi.

Argumen tersebut dibagi ke dalam dua kategori yaitu yang pertama adalah pelanggaran hak milik pribadi sedangkan kategori kedua adalah konflik atas keadilan dan kesetaraan yang diberikan oleh orangtua. Dalam hubungan persaudaraan seringkali terjadi rasa iri atas perhatian yang diberikan oleh orangtua yang menurutnya tidak sama dengan apa yang diperolehnya.

Penelitian ini kemudian menemukan bahwa argumen-argumen tersebut menjadi alasan terhadap perasaan depresi, kecemasan dan harga diri yang dirasakan oleh peserta setelah setahun masa studi. Hasil penelitian ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal Child Development. 

"Meskipun orang tua biasanya cenderung turun tangan sebagai penengah dalam konflik kakak beradik, tetapi berdasarkan penelitian sebelumnya diketahui bahwa orang tua yang melakukan intervensi ke dalam konflik persaudaraan di usia remaja dapat merugikan," kata Campione-Barr, seperti dilansir health.india, Minggu (23/12/2012).

Untuk mencegah terjadinya stres dan depresi yang berakar dari masalah di dalam keluarga, hendaknya orangtua menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis, mengajarkan perasaan saling menghargai diantara sesama anggota keluarga, dan menerapkan keadilan agar tidak timbul kecemburuan.
Read More >>

Yang Diinginkan Wanita Saat Bercinta


detikHealth- Untuk urusan seks, wanita memang dikenal banyak maunya tapi juga tak mudah dipahami. Namun jika setiap pria mau mengeksplor setiap aspek seksual yang ada pada pasangannya, dijamin kedua pihak akan merasakan kepuasan seksual yang luar biasa.

Agar semakin pintar memahami pasangan, cek juga 5 hal penting yang wanita benar-benar inginkan saat bercinta seperti dikutip dari mid-day.com, Sabtu (22/12/2012) berikut ini.

1. Tak usah pakai peluk-cium, langsung bercinta saja
Tim peneliti mengungkap bahwa pelukan dan ciuman saat bercinta itu jauh lebih penting bagi pria ketimbang wanita.

Lagipula pria yang sering berciuman dan berpelukan dengan pasangannya dilaporkan tiga kali lebih bahagia ketimbang rekan-rekan mereka yang jarang melakukannya dengan istrinya. Sebaliknya wanita menganggap aksi semacam itu hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap kebahagiaan mereka.

Uniknya, pria lebih suka mengatakan jika mereka bahagia dengan hubungan yang dijalaninya, sedangkan wanita lebih suka mengaku puas dengan kehidupan seksualnya.

2. Suka menonton video seks gay
Mungkin bukan hal yang mengejutkan jika sejumlah pria normal suka menonton video porno lesbian. Tapi sebuah studi dari India menemukan bahwa beberapa wanita normal juga mengaku terangsang ketika melihat video porno yang dibintangi gay.

3. Ingin pasangannya pandai mencium
"Wanita berciuman untuk menciptakan ikatan dengan pasangannya, termasuk menilai apakah pria yang diciumnya itu adalah calon pasangan yang potensial atau tidak. Sebaliknya, pria menggunakan ciuman sebagai sarana untuk memutuskan hubungannya dengan seseorang," ungkap Susah Hughes, psikolog dari Albright College, Pennsylvania.

Itulah sebabnya ketika wanita merasa calon pasangannya adalah pencium yang buruk maka ia bisa saja meninggalkannya, sedangkan pria tak terlalu peduli dengan hal itu. Pria tetap mau bercinta dengan seorang wanita, meskipun mungkin ia pencium yang buruk.

"Peneliti menduga bahwa pria menganggap bahwa basah tidaknya ciuman yang ia lakukan dengan seorang wanita adalah indeks dari tingkat gairah seksualnya, sama halnya ketika berhubungan seksual," terang Hughes.

4. Naksir pria yang sudah beristri atau punya pacar
Sebuah studi dari Oklahoma State University telah membuktikan bahwa wanita lebih suka mendekati pria yang telah menikah atau memiliki kekasih.

Selama studi, peneliti memperlihatkan sebuah gambar seorang pria atau wanita yang menarik pada partisipan. Separuh partisipan diberitahu jika pria/wanita yang ada di gambar itu masih lajang sedangkan separuhnya lagi tidak diberitahu apa-apa.

Hasilnya, peneliti Dr Melissa Burkley dan Jessica Parker mengungkap bahwa 90 persen partisipan wanita menganggap pria yang dikatakan sudah menjalin suatu hubungan lebih menarik dan hanya 59 persen partisipan yang menyukai pria lajang. Dengan kata lain wanita lebih tertarik pada target yang sudah terikat dengan orang lain ketimbang target tunggal.

5. Kata-kata lucu atau bercanda
Jika lain kali Anda berupaya mendekati seorang gadis, jangan ragu-ragu untuk melontarkan kalimat guyonan karena mereka sangat menyukainya. Lagipula bagi mereka hal itu menunjukkan seberapa besar selera humor Anda.

Menurut sebuah studi, 6 dari 10 wanita lebih cenderung jatuh hati pada seorang pria jika si pria bisa mengucapkan satu kalimat bercanda yang menurutnya lucu.

Tapi bukan berarti semua kalimat lucu bisa 'meluluhkan' hati wanita. Begitu pula tergantung pada karakter wanita yang Anda dekati itu.

Lewat polling lain yang melibatkan 4.000 orang dewasa juga terungkap bahwa 4 dari 10 wanita masih memacari atau menikahi pria yang pertama kali mendekatinya dengan kata-kata lucu.
Read More >>